Tidak mau disia - siakan, aku pun berfoto dengannya di dalam gerbong yang sepi penumpang dan tentunya AC-nya yang dingin hingga berita ini aku ketik. Keceriaan tampak muncul diwajah kami. Rasa senang telah bertemu dengannya dan menaiki KRL yang masih beraroma wangi kayak yoghurt rasa jeruk tersebut tidak - sia - sia aku rasakan.
Meski demikian perjalanannya menyenangkan, namun selepas stasiun Manggarai aku malah ditagih karcis suplisi karena selepas stasiun Manggarai aku tidak membeli karcis seharga Rp 5.000,00 kembali saat itu. Karea stasiun Manggarai dianggap sebagai stasiun awal dan akhir dari perjalanan si Ciliwung. Makanya wajar kalau si KRL Ciliwung tersebut berhenti cukup lama di stasiun Manggarai. SIAL!!!
Lokasi = Di dalam KRL Ekonomi AC Ciliwung pada bulan November 2007.
Namun, belakangan KS sendiri seringkali beberapa teledor dengan menganggap para penumpang sudah tahu. Pernah kejadian ada yang mau turun di stasiun Jakarta Kota. Bukannya diarahin turun di stasiun Kampung Bandan, tetapi malah keterusan hingga terbawa ke stasiun Angke. Yang pada kesasar pun pada turun mencar. Smeoga tidak termasuk sosok yang berada difoto aku ini.
Kesempatan hanya sekali aku alami. Kapan lagi aku mengalami hal yang beginian? Mungkin bagi sebagian railfans sih sudah gak asing lagi, malah sering berfoto dengan yang seperti ini. Seperti yang aku alami saat menjelang keberangkatanku kembali ke kota Jakarta seusai menunaikan misi menikmati suguhan pernak - pernik lokomotif diesel yang berada di Balai Yasa / BY Pengok di koya gudeg Yogyakarta.Tampak difoto aku bersama Irfan saudara sepupuku dari keluarga besarnya mamaku dan om Didit adik iparnya dari kakaknya mamaku. Sang pramugari tampak terlihat cantik mengenakan setelah topi9 bundar dan rok yang pendek. Setelan baju dan rok biru muda kehijau daunan terkesan segar dan ramah. Memang benar demikian adanya.
Lokasi = Di stasiun Solo Balapan saat mau berangkat dengan KA Argo Lawu pada bulan Juni 2004 silam.
Yang gak kalah senang dan bahagianya aku saat aku berada di sekeliling pecinta kereta api di dipo lokomotif Jatinegara pada bulan September 2005 silam. Dalam rangka pemotretan para penggila EDAN SEPUR di ruvbrik Hobi dan Komunitas koran KOMPAS kami pun dipanggil. Bayangin aja.... aku bela - belain diri sepulang dari kampus untuk mampir dulu ke stasiun Manggarai dengan naik KRL Ekonomi ke arah Bekasi. Debu dan rasa sedikit lelah karena hawa panas yang cukup menyengat aku pertaruhkan demi sesi pemotretan tersebut. Padahal rasa lelah semakin terasa.Usai itu, kami berpisah berpencar. Kalau tidak karena klakson si CC 201 yang baru keluar dari dipo saat aku berjalan kaki di kegelapan malam rel KA, apa jadinya yah??? Ada lok langsir hendak melintas. Bersyukur aku masih bisa salah Maghrib di mushola sisi utara stasiun Jatinegara. Aku sempat menyaksikan rangkaian KA Serayu hendak berangkat menuju Kroya di kegelapan malam dan terangnya lampu - lampu di stasiun Jatinegara.


